Thursday, June 9, 2011

REFLEKSI BELAJAR FILSAFAT DAN KETERKAITAN FILSAFAT DALAM PEMBELAJARAN

Filsafat Pendidikan Matematika merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika UNY. Semester VI ini saya menempuh mata kuliah Filsafat Pendidikan Matematika yang diampu oleh Bapak Marsigit. Salah satu unsur wajib mengikuti kuliah ini adalah memberi koment dalam elegi Pak Marsigit. Awalnya dalam memberikan koment saya masih bingung, apa yang harus saya tulis, tapi seiring berjalannya waktu saya sudah terbiasa untuk memberikan koment, walaupun saya menyadari tidak selamanya koment yang saya berikan benar. Pak Marsigit pun juga menyatakan bahwa banyak mahasiswa yang memberikan koment, namun koment yang diberikan tidak sesuai dengan inti persoalan dalam elegi. Mungkin saya juga termasuk salah satunya, tetapi ketika memberikan koment, saya selalu berusaha agar apa yang saya tuliskan sesuai dengan maksud dari elegi yang dipostingkan.
Ketika berfilsafat kita harus tahu keberadaan kita, dengan siapa dimana kapan dan bagaimana kita berbicara, kerana filsafat selalu relatif terhadap ruang dan waktu. Berganti waktu maka semuanya akan berubah. Filsafat orang yang satu dengan yang lain tidak mungkin dan tidak akan sama. Terkadang ketika berbicara dan apa yang kita bicarakan tidak selamanya dapat diterima orang, tapi apa yang kita sampaikan belum tentu salah. Inilah keunggulan filsafat bebas mengungkapkan semua ide dan pikiran kita, karena tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah dalam berfilsafat.
Selama mengikuti kuliah filsafat ini, banyak ilmu yang saya dapatkan, dengan membaca elegi yang dipostingkan, saya memperoleh banyak informasi tidak hanya tentang filsafat, namun juga tentang kehidupan. Awalnya mungkin saya merasa berat membaca elegi, mungkin karena bahasanya dan isinya yang terlalu panjang. Tetapi setelah saya membaca elegi hari senin, saya merasa tertarik untuk membaca elegi, dari elegi hari senin, saya bisa mengetahui makna dari senin. Dan yang paling berkesan bagi saya adalah mengenai elegi-elegi yang berkaitan dengan rasa syukur kita kepada Tuhan, setiap elegi yang bertema religius, saya semakin sadar betapa kurangnya rasa syukur saya kepada Tuhan. Selain itu fiilsafat juga mengajarkan pada kita untuk selalu bersikap sopan dan tidak sombong terhadap semua hal.

Lalu bagaimana kaitannya Filsafat Pendidikan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah??
Tentu banyak kaitan filsafat pendidikan dengan KBM, seperti yang telah disampaikan dalam postingan blog The Power of Mathematics yang berisi tentang Hakekat matematika sekolah. Hakekat matematika sekolah itu sendiri meliputi 4 hal yaitu investigasi, problem solving, komunikasi dan penemuan . Artinya kegiatan matematika meliputi segala penelusuran, dimana setiap hasil dari penelusuran itu harus dikomunikasikan, agar semakin banyak siswa yang paham dengan matematika. Mengenai problem solving, bagaiaman seorang siswa dapat menyelesaikan persoalan berdasarkan pengetahuan dan kekretivitasan yang dimilkinya. Obyek dari matematika realistik adalah segala proses yang berlangsung dalam pembelajaran itu, dengan belajar filsafat pendidikan matematika, sangat wajiblah kita menerapkan itu dalam KBM. Filsafat akan mampu memberikan inovasi dan kreasi yang baru dalam belajar, sehingga proses belajar akan berjalan dengan sangat menarik. Dalam pembelajaran matematika, kita tidak mengajarkan bagaimana siswa harus menghafal rumus matematika, yang mungkin siswa juga sangat takut dengan rumus-rumus ini. Namun, yang perlu disampaikan bagaimana siswa dapat memahami matematika dengan baik dan bijak.

Mengenai kaitan filsafat pendidikan dengan kegiatan pembelajaran yaitu filsafat pendidikan banyak memberikan andil dalam proses pembelajaran, antara lain yaitu:

1. Filsafat pendidikan idealisme
Menurut para filsuf idealisme, pendidikan bertujuan membantu perkembangan pikiran dan diri pribadi siswa, artinya pendidikan bertujuan membantu pengembangan karakter, bakat, dan kebajikan sosial manusia. Mengingat Tuhan menciptakan manusia dengan bakat yang berbeda, maka pendidikan yang diberikan harus disesuai dengan siswa, agar apa yang diperoleh siswa dapat maksimal dan mampu mengembangkan bakat yang dimilikinya. Agar pembelajran dapat disesuai dengan bakat siswa, hendaknya ketika mengajar guru memberikan kesempatan kepada siswa berfikir/berpendapat dan sangat penting, jika apa yang difikirkannya menjadi kenyataan dalam perbuatan. Metode mengajar hendaknya mendorong siswa untuk memperluas pengetahuan dan pikirkan agar bakat dapat terasah dengan baik. Jika dihubungakan dengan metode pembelajaran, CTL(Contextual Teaching and Learning) merupakan metode yang cocok untuk keadaan seperti ini. CTL merupakan metode yang mampu membantu guru dalam mengaitkan materi dengan kehidupan di sekitar mereka. Sehingga siswa akan mampu berfikir kritis dalam menanggapi materi yang diberikan guru, karena keterkaitan materi dengan kenyataan di sekitarnya. Hal ini sangat cocok dalam pembelajaran matematika, karena keterkaitan matematika dengan kehidupan akan membantu siswa untuk menyukai dan tertarik dengan matematika.
2. Filsafat pendidikan realisme
Menurut filsafat realisme, metode pembelajaran hendaknya bersifat logis dan psikologis. Metode mangajar yang disarankan adalah metode yang sifatnya mewajibkan, artinya siswa diwajibkan untuk dapat menjelaskan, membandingkan fakta-fakta, mengipretasi hubungan dan mengambil kesimpulan atas makna-makna baru. Memberikan reward bagi siswa yang sukses sebagai tujuan motivasi artinya segala metode pembelajaran bertujuan untuk memotivasi siswa agar mau belajar dan belajar.
3. Filsafat pendidikan pragmatisme
Menurut filsafat pendidikan pragmatisme, pendidikan hendaknya bertujuan memberikan pengalaman untuk menemukan atau memecahan hal-hal baru dalam kehidupan. Dalam metode pemebelajaran pragmatisme mengutamakan metode pemecahan masalah (problem solving method), serta metode penyelidikan dan penemuan (inquiry dan discovery method). Model pembelajaran yang ada, bertujuan pemroses informasi yang berkenaan dengan kemampuan untuk memecahkan masalah dan kemampuan berpikir produktif. Filsafat pendidikan ini sangat berkaitan dengan hakekat matematika sekolah yaitu tentang problem solving dan investigasi.
4. Filsafat pendidikan konstruktivisme
Filsafat konstruktivisme tujuannya lebih ditekankan pada perkembangan konsep dan pengertian yang mendalam sebagai hasil konstruksi aktif siswa. Setiap siswa mempunyai caranya sendiri untuk mengerti, karena itu mereka perlu menemukan cara belajar yang tepat untuk dirinya masing-masing. Dalam konteks ini maka tidak ada metode mengajar yang tepat, satu metode mengajar saja tidak akan banyak membantu siswa dalam belajar, sehingga guru sangat mungkin untuk menggunakan berbagai metode yang akan membantu siswa.

Dengan belajar filsafat pendidikan matematika, semoga ketika menjadi guru, saya akan mampu mengetahui karakter siswa dengan baik, sehingga mampu mengembangkan metode pembelajaran yang dapat diterima oleh siswa agar pengetahuan dan pemikiran siswa semakin berkembang.

Tuesday, May 24, 2011

FILSAFAT DAN KAITANNYA DALAM KEHIDUPAN

Pada perkuliahan hari Kamis 19 Mei 2011, kami mahasiswa Pend. Matematika Swa ’08 mendapatkan ujian jawab singkat, dan berikut ulasan dari ujian tersebut:

Pertanyaan: Apa unsur terpenting dalam pendidikan karakter?

Jawab: Unsur terpenting dalam pendidikan karakter adalah komunikasi material, komunikasi formal, komunikasi normatif dan komunikasi spiritual. Komunikasi material matematika didominasi oleh sifat horisontal arah vitalitasnya. Komunikasi formal matematika didominasi oleh sifat-sifat korelasional ke luar atau ke dalam dari vitalitas potensinya. Komunikasi normatif matematika ditandai dengan meluruhnya sifat-sifat penunjukan korelasionalitas penunjukannya pada diri subjek dan objeknya. Komunikasi spiritual matematika ditandai dengan sifat-sifat korelasional keluar dari konsep matematika menunjukkan keadaan semakin jelas dan tegasnya apakah dalam bentuk ke luar ke atas atau ke luar ke bawah. Pendidikan karakter sangat diperlukan karena dalam setiap pelajaran yang diberikan di sekolah harus selalu menanamkan pendidikan karakter. Materi pembelajaran yang diajarkan harus menanamkan nilai-nilai norma dan berkaitan dengan konteks kehidupan sehari-hari, Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada kemampuan kognitif, tetapi menyentuh pada pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik di masyarakat.

Pertanyaan: Siapa nama hantu pada elegi “Forum Tanya Jawab 2: Tema Hantu dan Kematian di kelas RSBI....?

Jawab : Hantu Casablanca, Casablanca merupakan suatu tempat yang mungkin dianggap angker oleh warga Jakarta, karena ditempat ini sering terlihat makhluk halus dan biasa kita sebut sebagai hantu. Hantu??? mungkin itu memang ada, Tuhan menciptakan di dunia ini terdiri dari yang ghoib dan tidak ghoib, namun toh itu tergantung bagaimana sudut pandang kita.

Pertanyaan: 2 hal apa yang diperlukan dalam transformasi dunia

Jawab: Ruang dan waktu, filsafat tidak akan pernah terbebas dari ruang dan waktu. Maka transformasi dunia maka akan selalu memerlukan ruang dan waktu. Ruang untuk tempat terjadi tranformasi dan waktu untuk menggapai proses transformasi. Sehingga di ruang dan waktu yang berbeda dunia akan selalu berubah dan mengalami suatu perubahan yang mengarah ke hal baik ataupun hal buruk.

Pertanyaan: Apa definisi filsafat secara subjektif?

Jawab: Filsafat adalah diriku, filsafat adalah diriku sendiri. Filsafat selalu berkaitan dengan yang ada dalam diriku, semua yang aku pikirkan, apa yang aku pikirkan tidak mungkin sama dengan apa yang dipikirkan orang lain, semua pengalamanku merupakan filsafatku dan tidak mungkin sama dengan orang lain, sehingga dalam hal ini filsafat tidak lain tidak bukan adalah diriku sendiri.

Pertanyaan: Apa unsur dari bahasa?

Jawab: Subjek dan Predikat, tanpa subyek dan predikat bukan bahasa, misal contoh bahasa “ Saya makan”, saya merupakan subyek dan makan adalah predikat, tidak mungkin suatu bahasa hanya dinyatakan dengan saya atau makan saja. Jika hanya saya, lalu apa yang sedang saya lakukan? Untuk itulah unsure terpenting dalam bahasa adalah subyek dan predikat, predikat menerangkan apa yang sedang dilakukan oleh subyek.

Pertanyaan: Menurut imanuel Kant pikiran adalah?

Jawab : Dunia adalah pikirannku, dunia merupakan segala yang aku pikirkan. Separo yang ada di dalam pikiranku dan separo yang ada di luar pikiranku.

Pertanyaan: Siapa nama filsuf yang tidak tahu apa – apa?

Jawab : Sokrates, karena filsafat Sokrates adalah aku ada jika aku bertanya, hal ini menunjukan bahwa diri Sokrates selalu bertanya, karena jika beliau tidak bertanya, maka beliau bisa menyatakan bahwa dirinya tidak ada.

Pertanyaan: Bagaimana aku bisa terbang?

Jawab: aku terbang dengan berpikir kritis, berfikir kritis berarti kita sedang filsafat. Berfilsafat berarti membebaskan segala pikiran kita, bebas berfikir tentang apapun, berimajinasi dengan apapun, sehingga ketika dalam keadaan seperti ini kita akan bisa terbang bebas, bebas untuk berfikir tentang segala hal.

Pertanyaan: Apa yang tertinggi dari keilmuan?

Jawab : Saksi keilmuan, banyak orang mengaitkan bahwa penguasaan ilmu berkaitan dengan gelar. Padahal banyak orang hebat tidak memiliki gelar formal padahal mereka memiliki skill dan knowledge yang di atas rata-rata orang kebanyakan. Tidak semua orang yang punya gelar bisa mengamalkan ilmunya, gelar tidak menjamin kesuksesan seseorang. Seseorang dianggap memilki gelar dalam ilmu yaitu ketika mereka mampu mengamalkan segala ilmu yang diperolehnya untuk orang banyak dan lingkungannya.

Pertanyaan: Sifat yang satu dijatuhi oleh sifat yang lain disebut?

Jawab: Aksiden

Pertanyaan: Dosaku dikarenakan?

Jawab: Deterministku, Determinisme merupakan faham yang menganggap bahwa segala susuatu yang terjadi adalah akibat dari suatu sebab, determinist merupakan orang yang selalu memaksakan kehendak kepada orang lain, sehingga sangat berdosalah kita, jika apa yang kita pikirkan dan kita inginkan selalu dipaksanakan ke orang lain.

Pertanyaan: Siapakah penguasa dunia itu?

Jawab: Multi Faced, multi faced berarti bermuka banyak. Saya setuju bahwa penguasa dunia adalah multi faced, misal seorang wakil rakyat contoh dari hal tersebut, di depan rakyat dia mengumbar janji-janji manis untuk mensejahterahkan rakyat, tapi dibelakang rakyat ternyata sang wakil rakyat malah bersafari menggunakan uang rakyat dan melakukan korupsi atas uang rakyat, alangkah sangat menyedihkan penguasa dunia seperti ini yaitu seorang yang bermuka banyak.

Pertanyaan: Apa ilmu yang mempelajari tentang segala aturan dan hukum-hukum?

Jawab: Filsafat, filsafat merupakan ilmu memberikan kebebasan bagi manusia untuk menggunakan akal pikirannya dalam rangka aturan-aturan dan hukum-hukum Yang Maha Kuasa. Aturan-aturan tersebut bisa saja berupa gejala alam yang terjadi di sekitar kehidupan manusia itu sendiri.

Pertanyaan: Apa yang menghubungkan antara yang ada dan yang mungkin ada?

Jawab: Pikiran, segala pikiranku akan menghubungkan yang ada dan yang mungkin ada, segala yang ada dan yang mungkin ada hanya bisa aku dapatkan ketika aku memikirkannya.

Pertanyaan: Apa unsur dari reduksi?

Jawab: Abstraksi, abstraksi berkaitan dengan hal yang tidak mampu dilihat dengan kasat mata, hanya bisa dilihat dengan hati dan pikiran. Apa yang sedang aku abstraksikan tidak akan mampu dilihat oleh orang lain kecuali jika aku mengatakannya. Apa yang aku katakana pun sebenarnya juga tidak mampu menunjukan segala abstraksi yang sedang ada dalam pikirannku.

Pertanyaan: Apa unsur kelengkapan?

Jawab: Idealisme, Idealisme adalah suatu ajaran/faham atau aliran yang menganggap bahwa realitas ini terdiri atas roh-roh (sukma) atau jiwa. ide-ide dan pikiran atau yang sejenis dengan itu. Misal: aku mempunyai cita-cita dan cita-cita ini nyata dalam pikiranku, ketika aku bisa mewujudkan segala cita-cita yang aku pikirkan maka aku telah mencapai sedikit idelismeku. Ketika cita-cita itu tidak terwujud, maka dalam alam nyata cita-cita itu hanya menempati ruang yang dinamakan dengan bayangan atau mimpi.

Pertanyaan: Apa anti filsafat?

Jawab: Filsafat, biasanya kalau anti atau lawan merupakan sesuatu yang benar-benar berlawanan, anti tinggi berarti rendah, anti jauh berarti dekat, namun untuk filsafat berbeda, anti filsafat adalah filsafar itu sendiri. Berfilsafat berarti berfikir kritis, ketika kita ingin menyanggah dari pemikiran kritis itu, maka kita pun harus berfikir kristis pula, dalam hal ini berfikir kritis merupakan suatu filsafat pula.

Pertanyaan: Mengapa para filsuf tidak bisa lari dari filsafat?

Jawab: Karena para filsuf adalah filsafat. Berfilsafat berarti berfikir dan apa yang dipikirkan filsuf adalah filsafat sehingga filsufpun dapat dikatakan sebagai filsafat. Sebagai filsuf tidak mungkin bisa terlepas dari filsafat, demikian juga dengan guru, seorang guru tidak mungkin bisa lari dari siswa, karena kewajiban dan tanggungjawab guru adalah mendidik siswa.

Pertanyaan: Apakah orang paling seksi dalam elegi Pak Marsigit?

Jawab: Obama, menurut saya orang yang paling seksi adalah ibu saya, ibu merupakan sosok yang paling berpengaruh dalam hidup saya, ibu merupakan orang yang merawat kita sejak bayi sampai sekarang hingga seperti saat ini, tanpa ibu dan orang tua kita tidak akan pernah menjadi orang seperti saat ini.

Pertanyaan: Apa itu gunung super?

Jawab: Danau Toba, berdasarkan referensi yang diberikan Bapak Anggit Prabowo
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer di Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sungguh supernya Danau Toba, danau tersuper dan terbesar di Indonesia.

Pertanyaan: Siapakah yang terlibat dari forum tanya jawab: tes jawab singkat?

Jawab: Mahasiswa, Pak Marsigit, elegi, dalam kuliah filsafat pendidikan matematika hal yang tidak bisa terlepas dan saling berhubungan adalah mahasiswa, Pak Marsigit dan Elegi. Mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti tes dan memberi comment elegi dalam blognya Pak Marsigit sebagai wujud dari mengikuti kuliah online. Pak Marsigit berkewajiban untuk memberikan tes-tes sebagai kewajiban dalam memberi nilai kepada mahasiswa dan elegi merupakan pemikiran Pak Marsigit dalam filsafat, elegi yang dipostingkan Bapak menjadi referensi bagi saya dalam hal filsafat dan menjadi referensi bagaimana harus menyikapi hidup.

Pertanyaan: Apa filsafat dari hidup adalah pilihan ?

Jawab: Reduksitisme, reduksitisme merupakan paham yang mengurangi segala sesuatu untuk menjadi satu pilihan. Hidup merupakan pilihan, ketika saya mempunyai banyak pilihan, misal: saya ingin membeli baju, setelah sampai di toko baju ternyata begitu banyak pilihan baju, sayapun bingung harus memilih yang mana, namun saya tetap harus memilih salah satu dari sekian banyak jenis baju, karena hidup adalah pilihan.

Pertanyaan: Apa filsafatnya burung berkicau pagi hari?

Jawab: Inovasi, inovasi merupakan suatu perubahan kea rah yang lebih baik, inovasi berkaitan dengann kreativitas dan berfikir kritis, dikaitkan dengan burung mungkin karena suara burung di pagi hari akan memberi kehidupan yang baru bagi kita, pagi merupakan awal dari hidup kita pada hari itu, pagi akan mengawali semangat kita untuk menjalankan aktivitas, segala aktivitas yang mungkin akan mewujudkan inovasi baru.

Pertanyaan: Apa filsafatnya jangkring mengerik sore hari?

Jawab: Tradisional, jangkrik hanya bisa kita dengar di daerah pedesaan yang masih penuh dengan tumbuhan-tumbuhan, di kota-kota metropolitan kita sulit untuk menemukan suara jangkrik, hal ini lah yang mungkin dikaitkan dengan tradisional, tradisonal berarti tidak modern, masih bergantung dengan jaman dulu.

Pertanyaan: Apa sesuatu yang tidak pernah selesai?

Jawab: Infinite Regress, Infinite berarti tidak memiliki batas, tidak memilki batas berarti kita tidak tahu dimana hal ini akan selesai, kapan akan selesai sehingga kita pun tidak mungkin sanggup menyelesaikan sesuatu yang bersifat infinite regress. Kita befikir tidak ada batasnya, bebas untuk berfikir.

Pertanyaan: Apa unsur terpenting membangun dunia?

Jawab: Aku dan bukan aku. Hal ini sangat benar, dunia akan dapat terbangun dengan baik jika ada aku dan orang lain yang merupakan bukan aku. Aku memilkik mimpi untuk membangun dunia, jika tidak ada aku dan bukan aku maka dunia tidak akan pernah terbangun dengan baik pula.

Demikian ulasan tes jawab singkat pada perkuliahan Kamis, 19 Mei 2011, maaf jika ada kekurangan dalam memberikan ulasan, mohon koreksinya.

Terima Kasih.

Referensi:

http://kuliahfilsafat.blogspot.com/2009/04/idealisme-materialisme.html

http://powermathematics.blogspot.com/

http://batak.blogspot.com/2008/07/asal-mula-danau-toba-versi-ilmiah.html

Sunday, May 8, 2011

FILSAFAT OH FILSAFAT

ONTOLOGI, EPISTOMOLOGI, AKSIOLOGI???

Menurut referensi yang saya baca, ONTOLOGI (hakaekat) membahas tentang yang ada, yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu. Ontologi membahas tentang yang ada yang universal, menampilkan pemikiran semesta universal. Ontologi berupaya mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan. EPISTOMOLOGI (metode) bersangkutan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan. Sebelum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan, perlu diperhatikan bagaimana dan dengan sarana apakah kita dapat memperoleh pengetahuan. Jika kita mengetahui batas-batas pengetahuan, kita tidak akan mencoba untuk mengetahui hal-hal yang pada akhirnya tidak dapat di ketahui. Memang sebenarnya, kita baru dapat menganggap mempunyai suatu pengetahuan setelah kita meneliti pertanyaan-pertanyaan epistemology. Kita mungkin terpaksa mengingkari kemungkinan untuk memperoleh pengetahuan, atau mungkin sampai kepada kesimpulan bahwa apa yang kita punyai hanyalah kemungkinan-kemungkinan dan bukannya kepastian, atau mungkin dapat menetapkan batas-batas antara bidang-bidang yang memungkinkan adanya kepastian yang mutlak dengan bidang-bidang yang tidak memungkinkannya. Manusia tidak lah memiliki pengetahuan yang sejati. AKSIOLOGI (baik-buruk) ini adalah berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan; untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/professional?

Ontologi – Ontologi

Ontologi membicarakan tentang yang ada atau suatu hakekat. Manusia hanya mengetahui hakekat, hanya sekedar tahu saja. Manusia tidak tahu hakekat, apa itu hakekat. Ontologi-ontologi berarti hakekat hakekat dan yang tahu hakekat atas hakekat hanya Tuhan saja.

Ontologi – Epistomologi

Merupakan hakekat daripada metode. Hakekatnya metode bagaimana. Kita berusaha secara ontologi mengungkap hakekat metode. Ontologi – epistomologi keduanya tidak dapat dipisahkan, benar salah adalah epistomologi, metode juga merupakan epistomologi.

Ontologi – Aksiologi

Adalah suatu hakekat baik-buruk, dalam filsafat segala sesuatu pasti merentang mulai dari obyek material, formal, spiritual. Hakekat baik-buruk tidak mungkin sama antara orang yang satu dengan orang yang lain, satu orang pun juga mungkin juga akan berbeda. Misal saya menganggap teroris itu buruk, belum tentu orang lain menganggap teroris juga buruk, saya bisa juga menganggap ruwatan itu baik, namun mungkin setelah beberapa detik saya bisa menganggap ruwatan itu buruk. Warga Amerika menganggap tewasnya Osama adalah sesuatu yang baik, namun bagi pengikutnya, tewasnya Osama adalah hal yang buruk. Jadi hakekat baik – buruk itu tergantung siapa yang memandangnya, setiap orang tentu pemikirannnya berbeda.

Epistomologi – Ontologi

Adalah metode untuk menggapai hakekat. Bagaimana cara kita menggapai hakekat, bagaimana pengetahuan kita mengungkap hakekat tentang sesuatu.

Epistomologi – Aksiologi

Merupakan metode untuk menggapai baik-buruk. Bagaiamana cara kita menemukan baik-buruk segala sesuatu yang timbul dalam kehidupan ini. Mengungkap kembali mengenai tewasnya Osama. Osama bin Laden merupakan kritik terhadap orang yang berkuasa.

Epistomologi – Epistomologi

Merupakan metode untuk menggapai metode. Bagaimana cara untuk menemukan cara melakukan apa yang kita pikirkan. Metode untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan.

Aksiologi – Ontologi

Baik-buruknya hakekat, etis dan etestika berfikir tentang hakekat. Misal ketika kita berbicara tentang Tuhan jangan di tengah pasar, pasara tempat jual-beli, kurang sopan jika membicarakan Tuhan di pasar, bisa-bisa dianggap gila. Berbicara Tuhan sebaiknya di tempat yang pantas seperti masjid, gereja atau sesuai dengan keyakinannya masing-masing.

Aksiologi – Epistomologi

Baik-buruknya metode, etis dan etestika suatu metode. Bagaimana cara/metode menyatakan sesuatu dengan sopan dan santun.

Aksiologi – Aksiologi

Baik-buruknya tentang baik-buruk, menyampaikan baik-buruk dengan cara yang baik Misalkan tentang ritual di Jawa, dulu atau sekarangpun mungkin masih ada, di dekorasi pernikahan diberi tebu, dalam hal ini makna tebu adalah anteping kalbu, yang berarti agar kedua mempelai saling menyayangi satu sama lain, sehingga hubungan suami istri dengan hati yang mantab maka akan dapat mengalahkan segala rintangan dalam hidup.


BATAS PIKIRAN???

Batas pikiranku di dalam hatiku. Aku berfilsafat agar aku tidak predujise. Tingkatan pikiran kita pertama adalah bersifat material yang berkaitan dengan tindakan, naik lagi ke formatif yang berkaitan dengan tulisan, naik satu tingkat lagi ke normatif yang berkaitan dengan pikiran dan puncak tertinggi adalah subyektif yang berkaitan dengan doa. Ketika pikiran kita menjadi panas dan butuh pendinginan, maka hal yang perlu kita lakukan adalah berdoa, memohon ampun kepada Tuhan YME.


MITOS???

Orang awam menganggap mitos sebagai hal yang berbau mistis dan berkaitan dengan hal yang aneh-aneh, mitos seperti ini disebut sebagai mitos primitif. Contoh mitos primitif: Awas pohon beringin itu banyak penunggunya!!, mendengar kalimat seperti itu mungkin kita tidak akan berani untuk mendekati pohon beringin tersebut. Mitos itu tidak selamanya buruk. Sholat pun bisa dianggap sebagai mitos, dianggap mitos jika kita hanya melakukan sholat sebagai kewajiban saja, tanpa diikuti dengan amalan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Mitos memiliki banyak arti, mitos dalam arti sempit, mitos dalam arti luas dan mitos dalam arti dangkal.

Menurut referensi yang saya baca. Selama beribu-ribu tahun, mitos menjadi alat penjelas bagi manusia akan misteri dunia sekitarnya. Hujan turun. Panen gagal. Semuanya dijelaskan dalam kerangka bermakna yang disebut sebagai cerita. Modernitas lahir dengan rasionalitasnya. Mitos ditantang dan dipandang sebagai mimpi belaka. Cerita lenyap digantikan penjelasan mekanistik tentang semesta, yang hilang bukan hanya cerita, tetapi makna yang sebelumnya melingkupi dunia dengan kata. Dari sini saya dapat menyimpulkan bahwa mitos sangat bermanfaat bagi kita, ia menjelaskan kita tentang asal muasal peristiwa dan fenomena dunia yang menggetarkan jiwa. Ia memandu kehidupan kita, manusia.


KAITAN BAHASA DENGAN FILSAFAT???

Bahasa adalah duniaku, rumahku sehingga diriku tidak lain tidak bukan adalah bahasaku. Selama ini aku berfikir filsafat menggunakan bahasa. Orang berfilsafat menggunakan bahasa. Orang menganggap bahasa filsafat terlalu tinggi, maka sekarang ini bahasa filsafat menggunakan bahasa yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dalam berfilsafat menggunakan bahasa analog agar lebih dimengerti isinya.


Referensi:

http://kecoaxus.tripod.com/filsafat/pengfil.htm

http://rumahfilsafat.com/2010/07/15/mitos-makna-dan-kita/


Tuesday, May 3, 2011

SEMUA ADA HUBUNGANNYA DENGAN FILSAFAT

Dalam perkuliahan Filsafat Pendidikan Matematika pada hari Kamis, 28 April 2011, kami para mahasiswa peserta perkuliahan diminta Bapak Marsigit untuk mengajukan 1 pertanyaan yang kemudian pertanyaan yang terpilih akan di jawab oleh Bapak Marsigit, Berikut ini rangkumaan pertanyaan beserta jawabannya:

1. Bagaimana tentang fenomena tetap dan fenomena berubah?

Segala yang tetap pasti selalu dihubungkan dengan Permenides, dan yang berubahah akan dikaitkan dengan Heraclitos. Dalam berfikir filsafat harus disesuaikan dengan dimensi, pikiran kita tentang manusia yang itu dan manusia yang ini pasti berbeda karena mereka berbeda dimensinya. Dalam fenomena berubah, yang berubah apanya, yang berubah dimana, dan yang berubaha kapan begitu pula dalam femomena tetap, kita juga harus memandang apanya yang tetap, kapan tetap dan dimana letak ketetapannya. Menurut saya di dalam perubahan ada suatu ketetapan dan di dalam ketetapan ada suatu perubahan.

2. Bagaimana seksi itu? Dan siapa tokoh yang menurut Bapak dapat dikategorikan sebagai seksi?

Menurut Bapak Marsigit seksi adalah orang yang paling menarik perhatian dunia, orang yang berpengaruh, orang yang memberikan perubahan dalam kehidupan dan orang yang dianggap seksi oleh Bapak Marsigit adalah Presiden Amerika Barack Obama. Menurut Bapak Marsigit Obama merupakan sosok yang memberikan pengaruh bagi dunia dengan kuasa dan kemampuannya. Menurut saya orang yang paline seksi adalah ibu saya, ibu merupakan sosok yang paling berpengaruh dalam hidup saya, ibu merupakan orang yang merawat kita sejak bayi sampai sekarang hingga seperti saat ini, tanpa ibu dan orang tua kita tidak akan pernah menjadi orang seperti saat ini.

3. Mohon dijelaskan lebih lengkap tentang Incoment Surable?

Incoment Surable berarti tidak coment surable. Coment surable adalah mengukur segala sesuatu dengan ukuran yang sama, meletakkan segala sesuatu dengan adil. Dalam matematika contoh dari comment surable adalah penerapan skala bilangan, dalam segitiga siku-siku kita dapat menunjukan panjangnya sisi siku-sikunya dengan bilangan bulat, sedangkan untuk sisi miringnya, tidak ada bilangan bulat yang menunjukan panjangnya sisi miring. Orang Indonesia membeli dan menggunakan barang luar negeri sebenarnya tidak coment surable. Jadi segala sesuatu yang diletakan secara tidak adil maka dapat dikatakan sebagai Incoment Surable.

4. Bagaimana pengaruh Hilbert di dunia matematika Indonesia?

Hilbert merupakan sosok yang mampu membangun matematika modern, yaitu meliputi Aljabar Abstrak, Geometri, Kalkulus, Analisis dll. Tanpa ada Hilbert kita tidak akan pernah mengetahui tentang Aljabar Abstrak, Geometri dan matematika modern lainnya.

5. Bagaimana menurut Bapak tema hantu di sekolah RSBI yang tertuang dalam elegi Bapak?

Tema hantu menurut Bapak Marsigit tergantung dari levelnya, tergantung kapan dan dimana kita memikirkannya. Kalau kita mengganggap baik tema hantu, maka baiklah, namun ketika kita berfikir jelek, maka semuanya juga tidak akan baik. Jika di pandang dari sisi sosiologi, tema hantu dikaitkan dengan generasi muda yang kehilangan suatu pedoman, namun semua itu merupakan hal yang wajar. Masa-masa sekolah merupakan masa siswa mencari jati diri, mancari karakter yang ada pada dirinya. Remaja banyak kehilangan pedoman hidup, karena orang tua mereka. Sekarang ini banyak kenakalan orang tua bukan kenakalan remaja, sebagai contoh para anggota DPR, di tengah sidang anggota DPR malah menonton video yang tidak pantas untuk ditonton seorang wakil rakyat. Jika orang tua menginginkan anaknya memiliki perdoman hidup, maka orang tuapun harus memberikan contoh yang baik.

6. Apa itu Obyek formal dan obyek material?

Obyek formal dalam filsafat pendidikan matematika adalah filsafat sedangkan obyek meterialnya adalah pendidikan matematika. Suatu wadah pasti di dalamnya ada isi, isi tanpa wadah merupakan hal yang tidak mungkin terjadi. Ketika kita punya air kita bisa menaruh air tersebut di dalam gelas, dalam hal ini gelas merupakan wadah sedangkan air adalah isinya. Wadah dari filsafat kita adalah diri kita sendiri. Suatu wadah dapat bertindak sebagai isi, misal botol merupakan wadah dari air, dan botol itu berada di ruangaan, dalam hal ini botol bertindak sebagai wadah air dan isi dari ruangan.

7. Apakan kita bebas untuk berfikir apabila terkendala oleh referensi?

Hidup berdasarkan teori dan praktek. Setiap teori pasti membutuhkan referensi, dalam hal ini referensi merupakan tesis kita, sedangkan praktek di dasarkan pada pengalaman kita yang merupakan antitesis kita. Dalam suatu hal, referensi sangat diperlukan, ketika skripsi pasti butuh suatu teori untuk mendukung dan membuktikan hipotesis suatu penelitian. Kita bebas berfikir tentang suatu hal apapun, namun suatu ketika referensi sangat diperlukan, apalagi kalau itu dianjurkan dalam penyampaian pendapat kita. Sehingga referensi akan melengkapi pendapat dan pemikiran kita.

8. Aplikasi belajar filsafat dalam kehidupan sehari-hari?

Berdasarkan elegi yang dituliskan oleh Bapak, jawaban atas pertanyaan di atas adalah filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Padahal dirimu itu termasuk yang ada. Maka dirimu itu adalah filsafat. Sedangkan kehidupan sehari-hari itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan sehari-hari itu adalah filsafat. Sedangkan pertanyaanmu itu disamping telah terbukti ada, maka pertanyaan itu adalah awal dari ilmumu. Maka untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan.

9. Tentang surat terbuka untuk presiden?

Surat terbuka untuk presiden merupakan elegi Bapak Marsigit yang paling formal. Isi dari surat tersebut bukan suatu pemberontakan dalam arti sesungguhnya, melainkan suatu pemikiran Bapak Marsigit dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

10. Mana yang lebih dulu yang ada atau yang mungkin ada?

Semua tergantung dari sudut pandang kita, ada bisa mendahului yang mungkin ada begitu juga sebaliknya yang mungkin ada bisa mendahului ada. Ketika kita diberi suatu pertanyaan ada papan tulis, diatas papan tulis mungkin ada tulisan, bisa juga mungkin ada papan tulis kemudian ada suatu tulisan di atas papan tulis yang mungkin ada.

11. Mengenai kita tidak bisa mendahului pikiran orang lain?

Kita tidak akan pernah bisa mendahului pikiran orang lain. Misal, ada obyek berupa buku gambar, kemudian saya akan menggambar sesuatu di atas buku itu, saya mengajukan pertanyaan kepada teman saya, kira-kira apa yang akan saya gambar?, teman saya menjawab: kamu akan menggambar sebuah ayam, jawaban teman saya salah karena sebenarnya saya akan menggambar sebuah pepaya. Hal ini menunjukan bahwa pikiran teman saya tidak bisa mendahului pikiran saya, begitu juga sebaliknya, saya tidak bisa mendahului pikiran teman saya.

12. Apa manfaat pendidikan karakter dalam kemajuan pendidikan di Indonesia?

Ketika kita mengenal seseorang pasti kita akan mengenal karakternya juga, setiap orang tidak mungkin memiliki karakter yang sama. Karakter pencopet pasti berbeda dengan orang yang dicopet, pencopet cenderung bersifat keras, sedangkan yang dicopet memiliki sifat rasa takut dan pasrah saja. Pendidikan karakter sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan, dengan pendidikan karakter maka karakter siswa akan terbentuk, potensi pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk manusia sempurna yang seutuhnya yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

13. Bagaimana Ujian Nasional(UN) itu?

Ujian Nasional(UN) merupakan penentuan kelulusan bagi siswa SMP dan SMA, bagi mereka yang tidak lulus UN, maka kemungkinan tidak akan lulus SMP atau SMA. Pemerintahan mengakui bahwa ada ketidakkonsisten dalam UN. Menurut saya ketidak konsistenan UN terletak pada standar kelulusan yang berubah setiap tahun, setiap tahun standar kelulusan tidak konsisten selalu berubah. UN merupakan suatu lahan dan obyek, lahan dan obyek mencari nafkah. Bagi mereka yang tidak jujur maka bisa menyuruh orang untuk mengerjakan UN, kemudian si pengerja UN akan dibayar sesuai dengan perjanjian antara kedua belah pihak. Hal inilah yang menimbulkan ketidakjujuran dalam UN, ketidakjujuran juga ditunjukan dari bocornya kunci jawaban UN.

14. Bagaimana jika apa yang kita berfikir menjadi suatu kenyataan?

Berpikir kita kaitkan dengan terang, terang kalau kita ekstensikan maka akan terang dalam matematika. Ketika kita mengatakan bahwa pikiran kita sudah terang, maka sebenarnya pikiran kita itu masih gelap. Terang dalam pikiran berarti kita berhasil mengambil keputusan secara tepat, ketika mengambilan keputusan kita harus mengetahui ontologi berfikir. Setingginya terang dalam hati ketika tidak ada jarak antara kita dengan sang pencipta. Ketika apa yang dipikirkan menjada kenyataan, itu dikarenakan ada intuisi dalam diri kita, intuisi adalah kenyataan, sehingga intuisi menjadi foundasi ketika kita berpikir. Berfikirlah positif agar jika yang kita pikirkan akan menjadi kenyataan, maka akan menjadi kenyataan yang baik sehingga tidak akan merugikan kita dan orang di sekitar kita, pikiran positif akan mendorong kita untuk memperoleh hal yang positif pula.

15. Mengenai imajiner dan kesadaran?

Imajiner sama juga dengan membayangkan, tidak mungkin kita terbebas dari imajiner dan bayangan. Kita juga akan selalu sadar, ketika kita tidak sadar maka sesungguhkan kita sedang tidur. Apa yang terjadi dengan kita, mungkin sudah kita bayangkan sebelumnya, apa yang kita bayangkan itu pasti kita lakukan dalam posisi sadar.

16. Mengenai Hermenitika dalam implementasi pendidikan karakter?

Hermenitika berkaitan dengan menerjemahkan dan diterjemahkan Unsur dasar hermenitika implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika adalah kegiatan mengomunikasikan matematika pada berbagai dimensi. Dalam hermenitika, pendidikan merupakan suatu obyek, pendidikan akan diterima pikiran kita, selanjutnya pikiran akan menerjemahkan makna dari pendidikan tersebut, sehingga obyek akan diterjemahkan. Berpikir tentang pendidikan berarti kita harus berpikir bagaimana memajukan pendidikan di Indonesia. Dalam memajukan pendidikan, pendidikan karakter sangat diperlukan. Dalam artikel pendidikan karakter ditulis bahwa pengembangan karakter dalam pendidikan matematika dapat dilaksanakan dengan mengembangkan komunikasi material, komunikasi formal, komunikasi normatif, dan komunikasi spiritual. Implementasi pendidikan karakter akan mampu membentuk pribadi yang siap menghadapi segala bentuk tantangan.

Monday, April 25, 2011

FILSAFAT MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA

Filsafat muncul karena adanya fenomena alam. Filsafat mulai muncul di daratan Mesopotamia, Babilonia, India, Cina, Yunani. Banyak filsuf yang berasal dari daerah tersebut. Kemunculan fenomena alam ini akan memunculkan suatu fenomena matematika sehingga muncullah filsafat metamatika, dibalik segala fenomena yang terjadi ini akan muncul suatu noumena. Noumena merupakan sesuatu yang tak mampu untuk dipikirkan.

Kemunculan filsafat dalam kehidupan bersifat tetap dan berubah. Masing-masing sifat ini memiliki ciri-ciri tertentu. Tokoh dari filsafat tetap yang paling terkenal adalah Permenides, beliau berpendapat bahwa ilmu itu tetap. Tiadalah sesuatu yang berubah dalam ilmu itu. maka sebenar-benarnya ilmu adalah tetap. Filsafat merupakan ide di dalam pikiran manusia. Dalam matematika contoh dari filsafat tetap adalah solusi matematika yang direpresentasikan dalam suatu rumus dan yang paling terkenal adalah solusi Phytagoras, bukti Phytagoras bersifat tetap dan sesuai dengan hukum identitas. Contoh lain filsafat tetap dalam matematika adalah Geometri Asiomatik yang disampaikan oleh Euclides. Filsafat tetap selalu bersifat koheren, absolute dan menggunakan logika sebagai dasar berfikir.

Antitesis dari Permenides adalah Heraclitos. Heraclitos merupakan tokoh filsafat berubah, dia berpendapat bahwa ilmu itu bersifat berubah, tiadalah sesuatu yang tetap dalam ilmu itu, maka sebenar-benarnya ilmu itu adalah berubah. Filsafat tergantung ruang dan waktu. Dalam filsafat berubah selalu berlaku hukum kontradiksi, segala sesuatu pasti ada antitesisnya. Filsafat berubah selalu menggunakan pengalaman, sehingga tidak ada yang tetap di dunia ini, semua akan berubah dan tidak sama. Aku yang sekarang berbeda dengan aku yang tadi dan yang nanti, sehingga akupun tidak akan pernah sama selalu berubah tergantung ruang dan waktu.

Hilbert berpendapat membangun niat, meletakan definisi dasar, menggunakan aksioma akan menjadikan matematika menjadi lengkap dan konsisten, semua ini merupakan dasar suatu foundamentalism. Namun pendapat Hilbert ditentang oleh Godel, menurut Godel di dunia ini tidak ada yang tunggal dan lengkap, pasti ada salah satu yang tidak terpenuhi.

Ketika semua hal di atas masuk ke negara kita Indonesia, maka akan muncul:

1. Dominasi

2. Hilbertionis

3. Matematika murni

4. Matematika aksiomatis

5. Matematika formal

6. Perguruan Tinggi (PT)

Keenam hal tersebut akan menimbulkan suatu ketidaksadaran dengan wujud Ujian Nasional (UN). Dimana UN merupakan bukti keberadaan kaum absolutis dan kekuatan pemerintah. Antithesis dari kaum absolutis adalah kaum sosiokontraksivist. Menurut saya UN merupakan akal-akalan pemerintah untuk menunjukan tajinya dan menutupi kekurangannya, UN merupakan wujud ketidakpercayaan pemerintah terhadap kemampuan siswa.

Telah disampaikan oleh Bapak Marsigit, bahwa opini mengenai keenam hal tersebut telah dituangkan dalam postingan SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN. Secara garis besar isi dari Suratnya adalah pendapat Bapak Marsigit mengenai pokok-pokok persoalan pendidikan dan revolusi pendidikan, salah satu revolusi yang disampaikan adalah penghapusan UN dan diganti dengan PRONASMINRASA (Program Nasional Menumbuhkan Minat dan Rasa Senang Belajar. Andai semua revolusi yang disampaikan dapat terlaksana, maka menurut saya sempurnalah pendidikan di Indonesia. Namun seperti hal itu sulit untuk diwujudkan, karena sebenar-benarnya Surat Terbuka Untuk Presiden merupakan suatu Elegi, sehingga isi surat juga merupakan bagian dari filsafatnya Bapak Marsigit.

Semua hal tersebut di atas akan terangkum menjadi Filsafat, epistomologi, ontologi, aksiologi, bersifat intensif (dalam sedalam-dalamnya) dan ekstensif (luas seluas-luasnya) yang disesuaikan dengan kebutuhan hidup. Dalam filsafat tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah.

Dalam berfilsafat seseorang dapat berpendapat sesuka hati mereka, karena di dunia filsafat tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Semisal kita punya bilangan 2, lalu apa itu bilangan 2. Pendapat seseorang tentu dapat berbeda, kita dapat menemukan hakekat bilangan 2 jika kita menyadarinya, sehingga dapat dikatakan bahwa orang tidur tidak punya hakekat kecuali obyek yang ada pada dirinya, 2 bisa merepresentasikan jumlah kaki, jumlah tangan dll. Dua bisa merepresentasikan jumlah kaki kita, satu di kanan dan satu di kiri, sehingga tidak mungkin kita memahami 2 tanpa dikaitkan dengan 1. Nah, disinilah keunggulan filsafat.

Bagaimana dengan 2 + 1, dalam matematika 2 + 1 = 3, yang merujuk pada hasil. Dalam filsafat 2 + 1 merupakan suatu ekstensi/besaran digabungakan dengan besaran yang nantinya akan menghasilkan besaran pula, selanjutnya tanda ”+” dalam matematika akan menjadi operasi. Contoh lain tentang representasi suatu besaran adalah 2x + 3y = 7, yang artinya bisa juga, abstraksi yang sudah diketahui yaitu 2 dengan abstraksi yang belum diketahui yaitu x digabungkan abstraksi yang sudah diketahui yaitu 3 dengan abstraksi yang belum diketahui yaitu y akan menghasilkan besaran yang dikaitkan dengan 7. DI akhir tulisan ini pun saya simpulkan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan filsafat selalu tergantung ruang dan waktu.

Wednesday, April 13, 2011

ABSTRAKSI PENGHUBUNG SEPARO DUNIA DALAM PIKIRAN DAN SEPARO DUNIA LUAR PIKIRAN

Abstraksi adalah sesuatu yang paling penting dalam kehidupan, karena abstraksi dapat menerjemahkan dunia, dunia yang terbebas dari ruang waktu dan dunia yang terikat dengan ruang waktu, dunia dalam pikiran dan dunia di luar pikiran. Abstraksi terdiri dari dua hal, yaitu abstraksi yang bersifat sadar dan abstraksi yang bersifat tidak sadar. Bersifat sadar, jika kita memiliki kesadaran di dalam ruang dan waktu begitu juga sebaliknya.

Abstraksi dalam matematika, contohnya adalah mengabstrasikan sebuah titik, dalam kondisi seperti ini titik ada di pikiran dan sedang dipikirkan. Titik bertindak sebagai obyek berfikir dan subyek berfikirnya adalah kesadaran kita. Dalam ilmu filsafat titik ini tergantung ruang dan waktu, titik bisa di dalam pikiran kita namun bisa juga di luar pikiran kita. Dengan menggunakan kesadaran yang kita miliki, kita dapat memaknai sebuah titik, memaknai titik sebagai potensi. Potensi meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Titik berpotensi menjadi garis, bidang, lingkaran, kubus, bahkan titik dapat berpotensi sebagai suatu kota.

Kesadaran berkembang dalam ruang dan waktu. Kesadaran kita akan suatu hal yang berada di dalam pikiran hanya menggambarkan separo dunia, yaitu separo dunia di dalam pikiran kita. Sedangkan separo dunia yang lain, harus kita temukan dalam kehidupan nyata. Misal tentang limas terpancung. Dalam kenyataan limas terpancung dapat berada di dalam balok, sedangkan dalam pikiran kita, limas terpancung dapat berada di dalam batu nisan. Dalam hal ini kesadaran hanyalah sebuah logika, yang mungkin belum tentu sama dengan kenyataan yang ada, dengan keadaan seperti ini kita masih sulit untuk menggapai dunia seutuhnya. Untuk menunjukan bahwa sebuah logika yang ada dalam pikiran kita merupakan kenyataan, maka diperlukan suatu pengalaman-pengalaman hidup .

Pikiran dan kenyataan mampu menimbulkan mitos dan logos. Mitos merupakan segala pengalaman hidup, sedangkan logos merupakan segala sesuatu yang berada di dalam pikiran kita. Mitos dan logos merupakan hal yang saling bertentangan, mitos adalah musuh logos, sedangkan hubungan timbal balik antara mitos dan logos adalah menerjemahkan. Contohnya dalam menerjemahkan titik dan garis, tentu menerjemahkan titik dan garis tidak tunggal tergantung ruang dan waktu. Garis dapat diterapkan dalam bidang fisika yaitu untuk menentukan kecepatan, inipun dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu jika kecepatan ditambah maka laju kendaraan akan semakin kencang.

Penerapan lain yaitu mengenai kurva normal, secara teori kurva normal masih bersifat abstraksi, yang hanya menunjukan separo dunia. Kurva normal ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu seseorang hanya berkumpul mencari kenyamanan, yang cenderung sama dengan kebanyakan orang, tidak mau tampil beda. Namun ketika seseorang ini berada di bagian ujung kurva, maka sesungguhnya dia sedang mengalami problematika hidup dan membutuhkan penjelasan atas problem yang sedang dialami. Sebagai contohnya, menurut adat Jawa penjelasan tentang problematika hidup merupakan suatu ruwatan yang masih dikaitkan dengan mitos. Dalam melakukan ruwatan harus sadar akan ruang dan waktu agar dapat menggapai dunia secara utuh. Dapat kita simpulkan bahwa dunia terbagi menjadi menjadi dua yaitu separo di dalam pikiran kita yang bersifat analitik, transeden dsb, separo lagi dunia di luar pikiran kita yang bersifat sintetik, pengalaman dsb.