Dalam perkuliahan Filsafat Pendidikan Matematika pada hari Kamis, 28 April 2011, kami para mahasiswa peserta perkuliahan diminta Bapak Marsigit untuk mengajukan 1 pertanyaan yang kemudian pertanyaan yang terpilih akan di jawab oleh Bapak Marsigit, Berikut ini rangkumaan pertanyaan beserta jawabannya:
1. Bagaimana tentang fenomena tetap dan fenomena berubah?
Segala yang tetap pasti selalu dihubungkan dengan Permenides, dan yang berubahah akan dikaitkan dengan Heraclitos. Dalam berfikir filsafat harus disesuaikan dengan dimensi, pikiran kita tentang manusia yang itu dan manusia yang ini pasti berbeda karena mereka berbeda dimensinya. Dalam fenomena berubah, yang berubah apanya, yang berubah dimana, dan yang berubaha kapan begitu pula dalam femomena tetap, kita juga harus memandang apanya yang tetap, kapan tetap dan dimana letak ketetapannya. Menurut saya di dalam perubahan ada suatu ketetapan dan di dalam ketetapan ada suatu perubahan.
2. Bagaimana seksi itu? Dan siapa tokoh yang menurut Bapak dapat dikategorikan sebagai seksi?
Menurut Bapak Marsigit seksi adalah orang yang paling menarik perhatian dunia, orang yang berpengaruh, orang yang memberikan perubahan dalam kehidupan dan orang yang dianggap seksi oleh Bapak Marsigit adalah Presiden Amerika Barack Obama. Menurut Bapak Marsigit Obama merupakan sosok yang memberikan pengaruh bagi dunia dengan kuasa dan kemampuannya. Menurut saya orang yang paline seksi adalah ibu saya, ibu merupakan sosok yang paling berpengaruh dalam hidup saya, ibu merupakan orang yang merawat kita sejak bayi sampai sekarang hingga seperti saat ini, tanpa ibu dan orang tua kita tidak akan pernah menjadi orang seperti saat ini.
3. Mohon dijelaskan lebih lengkap tentang Incoment Surable?
Incoment Surable berarti tidak coment surable. Coment surable adalah mengukur segala sesuatu dengan ukuran yang sama, meletakkan segala sesuatu dengan adil. Dalam matematika contoh dari comment surable adalah penerapan skala bilangan, dalam segitiga siku-siku kita dapat menunjukan panjangnya sisi siku-sikunya dengan bilangan bulat, sedangkan untuk sisi miringnya, tidak ada bilangan bulat yang menunjukan panjangnya sisi miring. Orang Indonesia membeli dan menggunakan barang luar negeri sebenarnya tidak coment surable. Jadi segala sesuatu yang diletakan secara tidak adil maka dapat dikatakan sebagai Incoment Surable.
4. Bagaimana pengaruh Hilbert di dunia matematika Indonesia?
Hilbert merupakan sosok yang mampu membangun matematika modern, yaitu meliputi Aljabar Abstrak, Geometri, Kalkulus, Analisis dll. Tanpa ada Hilbert kita tidak akan pernah mengetahui tentang Aljabar Abstrak, Geometri dan matematika modern lainnya.
5. Bagaimana menurut Bapak tema hantu di sekolah RSBI yang tertuang dalam elegi Bapak?
Tema hantu menurut Bapak Marsigit tergantung dari levelnya, tergantung kapan dan dimana kita memikirkannya. Kalau kita mengganggap baik tema hantu, maka baiklah, namun ketika kita berfikir jelek, maka semuanya juga tidak akan baik. Jika di pandang dari sisi sosiologi, tema hantu dikaitkan dengan generasi muda yang kehilangan suatu pedoman, namun semua itu merupakan hal yang wajar. Masa-masa sekolah merupakan masa siswa mencari jati diri, mancari karakter yang ada pada dirinya. Remaja banyak kehilangan pedoman hidup, karena orang tua mereka. Sekarang ini banyak kenakalan orang tua bukan kenakalan remaja, sebagai contoh para anggota DPR, di tengah sidang anggota DPR malah menonton video yang tidak pantas untuk ditonton seorang wakil rakyat. Jika orang tua menginginkan anaknya memiliki perdoman hidup, maka orang tuapun harus memberikan contoh yang baik.
6. Apa itu Obyek formal dan obyek material?
Obyek formal dalam filsafat pendidikan matematika adalah filsafat sedangkan obyek meterialnya adalah pendidikan matematika. Suatu wadah pasti di dalamnya ada isi, isi tanpa wadah merupakan hal yang tidak mungkin terjadi. Ketika kita punya air kita bisa menaruh air tersebut di dalam gelas, dalam hal ini gelas merupakan wadah sedangkan air adalah isinya. Wadah dari filsafat kita adalah diri kita sendiri. Suatu wadah dapat bertindak sebagai isi, misal botol merupakan wadah dari air, dan botol itu berada di ruangaan, dalam hal ini botol bertindak sebagai wadah air dan isi dari ruangan.
7. Apakan kita bebas untuk berfikir apabila terkendala oleh referensi?
Hidup berdasarkan teori dan praktek. Setiap teori pasti membutuhkan referensi, dalam hal ini referensi merupakan tesis kita, sedangkan praktek di dasarkan pada pengalaman kita yang merupakan antitesis kita. Dalam suatu hal, referensi sangat diperlukan, ketika skripsi pasti butuh suatu teori untuk mendukung dan membuktikan hipotesis suatu penelitian. Kita bebas berfikir tentang suatu hal apapun, namun suatu ketika referensi sangat diperlukan, apalagi kalau itu dianjurkan dalam penyampaian pendapat kita. Sehingga referensi akan melengkapi pendapat dan pemikiran kita.
8. Aplikasi belajar filsafat dalam kehidupan sehari-hari?
Berdasarkan elegi yang dituliskan oleh Bapak, jawaban atas pertanyaan di atas adalah filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Padahal dirimu itu termasuk yang ada. Maka dirimu itu adalah filsafat. Sedangkan kehidupan sehari-hari itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan sehari-hari itu adalah filsafat. Sedangkan pertanyaanmu itu disamping telah terbukti ada, maka pertanyaan itu adalah awal dari ilmumu. Maka untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan.
9. Tentang surat terbuka untuk presiden?
Surat terbuka untuk presiden merupakan elegi Bapak Marsigit yang paling formal. Isi dari surat tersebut bukan suatu pemberontakan dalam arti sesungguhnya, melainkan suatu pemikiran Bapak Marsigit dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
10. Mana yang lebih dulu yang ada atau yang mungkin ada?
Semua tergantung dari sudut pandang kita, ada bisa mendahului yang mungkin ada begitu juga sebaliknya yang mungkin ada bisa mendahului ada. Ketika kita diberi suatu pertanyaan ada papan tulis, diatas papan tulis mungkin ada tulisan, bisa juga mungkin ada papan tulis kemudian ada suatu tulisan di atas papan tulis yang mungkin ada.
11. Mengenai kita tidak bisa mendahului pikiran orang lain?
Kita tidak akan pernah bisa mendahului pikiran orang lain. Misal, ada obyek berupa buku gambar, kemudian saya akan menggambar sesuatu di atas buku itu, saya mengajukan pertanyaan kepada teman saya, kira-kira apa yang akan saya gambar?, teman saya menjawab: kamu akan menggambar sebuah ayam, jawaban teman saya salah karena sebenarnya saya akan menggambar sebuah pepaya. Hal ini menunjukan bahwa pikiran teman saya tidak bisa mendahului pikiran saya, begitu juga sebaliknya, saya tidak bisa mendahului pikiran teman saya.
12. Apa manfaat pendidikan karakter dalam kemajuan pendidikan di Indonesia?
Ketika kita mengenal seseorang pasti kita akan mengenal karakternya juga, setiap orang tidak mungkin memiliki karakter yang sama. Karakter pencopet pasti berbeda dengan orang yang dicopet, pencopet cenderung bersifat keras, sedangkan yang dicopet memiliki sifat rasa takut dan pasrah saja. Pendidikan karakter sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan, dengan pendidikan karakter maka karakter siswa akan terbentuk, potensi pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk manusia sempurna yang seutuhnya yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
13. Bagaimana Ujian Nasional(UN) itu?
Ujian Nasional(UN) merupakan penentuan kelulusan bagi siswa SMP dan SMA, bagi mereka yang tidak lulus UN, maka kemungkinan tidak akan lulus SMP atau SMA. Pemerintahan mengakui bahwa ada ketidakkonsisten dalam UN. Menurut saya ketidak konsistenan UN terletak pada standar kelulusan yang berubah setiap tahun, setiap tahun standar kelulusan tidak konsisten selalu berubah. UN merupakan suatu lahan dan obyek, lahan dan obyek mencari nafkah. Bagi mereka yang tidak jujur maka bisa menyuruh orang untuk mengerjakan UN, kemudian si pengerja UN akan dibayar sesuai dengan perjanjian antara kedua belah pihak. Hal inilah yang menimbulkan ketidakjujuran dalam UN, ketidakjujuran juga ditunjukan dari bocornya kunci jawaban UN.
14. Bagaimana jika apa yang kita berfikir menjadi suatu kenyataan?
Berpikir kita kaitkan dengan terang, terang kalau kita ekstensikan maka akan terang dalam matematika. Ketika kita mengatakan bahwa pikiran kita sudah terang, maka sebenarnya pikiran kita itu masih gelap. Terang dalam pikiran berarti kita berhasil mengambil keputusan secara tepat, ketika mengambilan keputusan kita harus mengetahui ontologi berfikir. Setingginya terang dalam hati ketika tidak ada jarak antara kita dengan sang pencipta. Ketika apa yang dipikirkan menjada kenyataan, itu dikarenakan ada intuisi dalam diri kita, intuisi adalah kenyataan, sehingga intuisi menjadi foundasi ketika kita berpikir. Berfikirlah positif agar jika yang kita pikirkan akan menjadi kenyataan, maka akan menjadi kenyataan yang baik sehingga tidak akan merugikan kita dan orang di sekitar kita, pikiran positif akan mendorong kita untuk memperoleh hal yang positif pula.
15. Mengenai imajiner dan kesadaran?
Imajiner sama juga dengan membayangkan, tidak mungkin kita terbebas dari imajiner dan bayangan. Kita juga akan selalu sadar, ketika kita tidak sadar maka sesungguhkan kita sedang tidur. Apa yang terjadi dengan kita, mungkin sudah kita bayangkan sebelumnya, apa yang kita bayangkan itu pasti kita lakukan dalam posisi sadar.
16. Mengenai Hermenitika dalam implementasi pendidikan karakter?
Hermenitika berkaitan dengan menerjemahkan dan diterjemahkan Unsur dasar hermenitika implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika adalah kegiatan mengomunikasikan matematika pada berbagai dimensi. Dalam hermenitika, pendidikan merupakan suatu obyek, pendidikan akan diterima pikiran kita, selanjutnya pikiran akan menerjemahkan makna dari pendidikan tersebut, sehingga obyek akan diterjemahkan. Berpikir tentang pendidikan berarti kita harus berpikir bagaimana memajukan pendidikan di Indonesia. Dalam memajukan pendidikan, pendidikan karakter sangat diperlukan. Dalam artikel pendidikan karakter ditulis bahwa pengembangan karakter dalam pendidikan matematika dapat dilaksanakan dengan mengembangkan komunikasi material, komunikasi formal, komunikasi normatif, dan komunikasi spiritual. Implementasi pendidikan karakter akan mampu membentuk pribadi yang siap menghadapi segala bentuk tantangan.
No comments:
Post a Comment